Privasi

Sebagai seorang individu, aku terhitung cuek dengan ranah pribadi, alias privasi. Kau mau tanya, kepo sekalipun, silahkan. Akan aku jawab. Kalaupun aku enggan menjawab maka akan kukatakan,” I don’t wanna talk about it.”

Aku ngga demen menghindar atau ngeles ngeles. I am is what you see (well, sort of.. hahahaa).

Terhadap orang terdekat atau pasangan, man.. I’m always like an open book. My money, they know. My ATM pin, I share it. My passwords for everything, they know too.

No big deal. Feel free to log in or see whom I chat with. Go ahead, that’s how I give an ultimate gift called “trust”.

Kalaupun dia tak melakukan hal yang sama, terserah saja. Aku ngga mau pusing. Kalau mau ngasih kepercayaan, aku jaga baik-baik. Kalo engga, ya sudah.. it’s your privacy. Aku amat memahami jika tak semua orang bisa seperti aku, dalam artian seterbuka itu.

However…

If I gave you my trust.. If I’m already like an open book to you, please do not ask for more. Apalagi jika aku tak pernah menuntut banyak.

Ngga demen!

Expectation Leads to Disappointment

“ I was already in peace before I met you. I lived my life the way I wanted it to be. But you came along, and somehow you took most of my mind. I really thought you’re gonna give me happiness, away from all my mess, but YOU’RE NOT!!”

Me speaking silently inside : “ Well…darling, you are not a kid, and I am not your favourite candy store.“

https://pin.it/347MpiA

Being A (Mean) Mother

Your kids mad at you, and scream : “I HATE YOU” to your face because :

1. You yelled at them to get up and hit the shower instantly so they won’t be late for school,

2. You keep reminding them to eat their vegs and fruits,

3. You ask almost everyday how the day at school was or whether they have homework or tasks to do at home and urge them to finish it as soon as possible and for that they thought you’re super annoying,

4. You don’t want them to spend too much time on their cellphones, tablets, PS and computer games,

5. You check their nails and teeth all the time,

6. You give them curfew,

..and the whole nine yards.

Sounds familiar? Well..I get them too. Here’s what I always do about it.

Everytime they said ‘you are mean!‘ I reply calmly : “ Yes I am. How come you never notice? Oh, after all this time!”

Somehow, they have nothing to reply me back after I said those words… *grin*…..

Halusinasi.

Tadi malam aku mendadak terjaga. Kukira sudah subuh, ternyata masih pukul tiga. Hujan deras, pula. Ya sudah, aku putuskan kembali menutup mata.

Di sesi tidur ke dua tadi, aku bermimpi, absurd sekali.

Ah, tadinya aku ingat babak pertamanya. Namun sekarang sudah lupa.

Yang kuingat, bagian tengahnya. Aku bersama beberapa orang pergi berwisata, naik sepeda. Ke Cirebon nampaknya.

Di sebuah rumah makan kami berhenti, karena perut lapar sekali.

Setelah memesan, makanan tak kunjung tiba. Lama mananti tak juga disajikan di muka.

Aku tak sabar, segera ke dapurnya. Kulihat sepi tak ada kompor menyala. Di tengah tengah, yang punya rumah makan tiba. Ujug ujug keliatannya naksir aku, entah kenapa.

Aku tak berminat mendadak jengah. Setengah berlari, kuberteriak,” Gantengaan juga pacaaaar guaaaaaaaaaaa…”

Ini halusinasi macam apa, ya?

Bucin.

Hari gini, istilah “BUCIN” atau budak cinta lumrah kita dengar dan saksikan langsung.

Misalnya :

Cewek, yang selalu memastikan dan nyampe duluan saat janjian dengan cowoknya. Terkadang harus menunggu lumayan lama. Udah gitu, bisa tiba-tiba dibatalkan sepihak. Kata gue itu cewek itu bucin.

Cewek, yang selalu siap sedia, on call, tiap kali pasangannya membutuhkan. Sementara si cowok, oh belum tentyuuuuu… Kata gue tu cewek ya bucin.

Cewek, yang nurut-manut aja dilarang dan diperintah apapun sama pasangannya, sementara si pasangan susah diperlakukan sebaliknya. Kata gue, cewek itu bucin.

Cewek, yang tak berdaya dan memilih berada dalam toxic relationship padahal nggak jelas ujungnya, kata gue itu bucin banget.

Cewek, yang punya keluhan atau ketidakpuasan terhadap pasangan, memilih diam karena takut kehilangan, itu mah sudah pasti bucin.

Dan bagaimana sih caranya melepas titel bucin ini?

To be honest, I don’t really know. Bahkan untuk sekedar dikhayalkan gimana teorinya, I can’t get the clue.

Paling-paling, menurutku, yang bisa menyembuhkan ke-bucin-an seseorang itu adalah waktu.

Mungkin pada akhirnya seorang bucin berani mengambil tindakan setelah menjalani serangkaian peristiwa berulang yang membuat hatinya menggeliat. Karena biasanya majikan (karena pasangannya diistilahkan budak) tetap tak bisa memahami kondisi yang ada.

Yang sering kuamati sih , majikan biasanya memang tipe egois yang tak paham bagaimana berempati. Terkadang, sebuah hubungan terlihat seperti neraca yang miring sebelah.

Yeah.. in a relationship usually there’s someone who loves more than the other, it’s common. Tapi semestinya ngga jauh jauh amat lah selisihnya.

Kalau masing-masing bisa saling berempati, mau saling menerima, meminta dan memahami, maka neraca tersebut dapat berimbang. Kalau sudah berimbang, ya tentunya ngga ada yang namanya BUCIN, karena their feeling and effort are mutual.

https://pin.it/v2qnaowfs4ocjy

The Matter of Trust.

Once I always say to my man : “ I trust you, but I don’t trust that girl. So do what you think you must do about it.”

Then I never brought that matter up again.

Years passed me by, and ofcourse, I have learnt some valuable lessons. One of them is : beside your loving family, there’s nobody you can trust except yourself.

Some good friends might earn your trust, but a man in this digital and social media environment?

No, sir.

Valentine 2020

Current status : single but not that available

Current thought : I’d rather have a loyal and trustworthy maid than a husband at the moment

Current plan : will go for a bicycle ride wearing pink t-shirt this afternoon, or.. attend a bicycle community meeting also in pink t-shirt, haha!

Current mood : in between house chores and the urge to get back to work to earn money for winter trip 2020