Middle of the Year. 

Tiba tiba teringat, tahun depan, jikalau umur panjang, saya akan memasuki usia kepala 4.

Mungkin karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, jadi yaaa.. Pikiran mendadak tenang dan waras sedikit, sehingga bisa membuat saya tertegun dengan kenyataan tersebut, dan melakukan kilas balik dengan apa yang telah saya jalani di tahun tahun sebelumnya.

Hasilnya bagaimana? 

Ngggg… Malu hati deh. My dear good God. Betapa bandelnya saya ini. Amit amiit, kalau kata bapak saya : anak setaaan. Eh bukan ke saya maksudnya, tetapi misalnya kepada pengendara motor yang suka ugal-ugalan di jalan raya. Lagipula jika saya anaknya setan, lah beliau jadinya adalah…..? Hahahaha…

Balik lagi ke kebandelan saya tadi, i’ve done so many things yang tidak juga saya bangga untuk saya jabarkan satu persatu di sini. Saat itu, rasanya menyenangkan sekali. Kayaknya gimanaaa, gitu. Heitszz lah istilahnya hari gininya. 

Sekarang, kalau diingat ingat lagi, ingin rasanya lari sambil tutup muka trus lompat ke kolam. Maluuu, kak. Maluuuu…

Dalam beribadah pun begitu. Blang blonteng gak keru keruan. Dan belakangan saya dihadapkan dengan banyaknya teman teman seangkatan dan seperjuangan yang telah berhijab, padahal tadinya, mungkin urusan bangor-bangoran saya masih kalah level dari mereka, namun mereka telah terlebih dulu menemukan kedamaian dengan berhijrah yang dimulai dengan berhijab. Makinlah malu hati saya, meski katanya…katanya loh ya…yang tak kalah penting adalah berhijab hatinya dulu…

Padahal , life’s been good to me. My God has been merciful to me. 

Saya terkenang dengan apa saja yang pernah saya idam-idamkan sedari saya kecil. Dan hingga hari ini, detik ini saya belum mampu lagi memikirkan keinginan baru, karena semua yang pernah terlintas di kepala saya, alhamdulillah entah cepat ataupun lambat, telah dipenuhiNya.

Enak ya hidup saya? Bisa jadi. Cuma, mana ada manusia yang hidupnya enak melulu. Nabi saja mesti berdarah darah dulu, apalagi saya yang cuma manusia biasa.

Sama sajalah seperti kamu kamu. Masalah mesti ada. Dari yang cemen, ringan, berat..ya pasti pernah mampir. I hit the rock bottom pun pernah. Ga sekali dua kali. Tapi semua itu kalau dipikir pikir tidak sebanding dengan nikmat dan berkat yang sudah diberi. Beneran deh. 

Dihajar masalah pun, sebenarnya adalah nikmat, karena sesudahnya kita bisa memetik pelajaran dan hopefully, bisa menjadi manusia yang lebih baik. Meski yaaa… rasanya pedes pedes sepet juga sih. Pikirkan saja : ‘ this too, shall pass’. Motto yang sama sering saya baca dalam hati berulang ulang saat ke dokter gigi atau pemeriksaan kebidanan tahunan. 

Dan di tengah tahun ini, saya memiliki harapan, bukan idaman ( beda gak sih ? ) . Harapan saya , untuk jadi manusia yang lebih kuat secara batin. Kuat, ya Ya Allah. Bukan keras ( kalau ini keknya kerasa ya bedanya sedikit ), dan agar saya dibimbing untuk mencapai ketenangan dalam menjalani hidup di sisa umur saya di dunia ini. 
Aamiin!

Advertisements

3 thoughts on “Middle of the Year. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s