Father.

πŸ‘¦πŸ» : ” Dalam ajaran agama begitu lo da kawin, maka lo mesti lebih nurut ama suami lo daripada bapak lo. Jadi mestinya suami lah yang kudu nomer satu. ”

πŸ‘§πŸ» : “…if shit happens, when marriage fails, ke mana gue dipulangkan? ”

πŸ‘¦πŸ» : ” Mmmm. Keluarga lo? ”

πŸ‘§πŸ» : ” And how dare you compare atau tak menomersatukan bapak ( dan orang tua ) gue yang sudah mati2an membesarkan anak perempuannya dengan tanpa pamrih, melepas gue ke laki laki yang nerima gue ‘sudah jadi’, dan saat shit happens, laki laki tersebut melepas tanggung jawabnya mengembalikan gue lagi ke keluarga gue, yang selanjutnya mereka lagi yg akan merawat gue yg uda babak belur begitu dengan tanpa pamrih lagi di sisa umur mereka? ”

πŸ‘¦πŸ» : …..mmmmmm.

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s