Diam.

Jika ada orang orang yang bisa menyimpan rapat masalahnya, maka aku tidak.

Tidak bisa. Belum bisa. 

Lemah? Iya. Hanya orang orang yang kuat hati, bermental baja yang bisa melakukan itu. Aku tidak. Belum.

Buat apa? Itu kan mempermalukan diri sendiri. Betul. Tapi tidak aku pikirkan. Kan yang malu diriku sendiri, bukan kamu?

Itu kan mendeskriditkan orang lain? Bisa jadi. Lah versiku tentu berbeda dengan versimu. Apalagi versi dia.

Kamu cari dukungan ya? Ada. Sepersekian lah. Sebenarnya lebih ke arah mengeluarkan saja isi hati, yang tentu..berdasarkan versiku sendiri.

Jadi yang benar, versi yang mana? Kataku, it doesn’t matter to me. If talking is silver. Diamond is gold. For me , don’t give a damn what others think is platinum. 

Dalam diamku, aku babak belur. Too many voices. I can’t handle that ( yet ).  My self management is poor. Meski tampak dari luar I’m tough. I can fight some stupid bus driver on the street. But I can cry and mourn over dead stray kittens. Paradox.

I can’t stand silence. That’s why I never wanted to try diving. I imagine, must be so quiet down there. A complete silence except your breathing and your pulse. 

So when people told me to keep my silence, to gain my dignity.. I’d say, oke lah..perhaps later. But not now. 

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s