Tembok batu.

Kau tahu,

Aku tak pernah mengenal cinta yang utuh sebelum ku akrab dengan sapamu.

Ah apalah cinta itu, pikirku.

Semacam salam pembuka demi rentetan pergumulan nafsu.

Atau sebuah kontrak kepemilikan bahwa aku punyamu.

Padahal belum tentu kau utuh milikku.

Atau sebuah proses jual beli, aku beri itu padamu

Kau beri apa untukku?

Ketika kau sapa aku

Benakku masih kelu

Kupikir, ah kau hanya orang baru

Sebentar datang nanti juga berlalu

Ternyata kau tetap berdiri di tempatmu

Kau bilang, saat kau butuh aku

Aku ada untukmu

Kukatakan aku sudah tak utuh
Sayapku rapuh 

Tak apa, katamu

Aku tetap ada untukmu

Di situ aku tahu

Kau memang tak mungkin sembuhkan sayapku

Aku harus balut sendiri lukaku

Tapi kau akan bantu aku melewati itu

Dan itu cukup untukku

Bahwa kau ada di situ

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s