Aku dan cinta.

Aku hanya tahu cinta yang sederhana. Saat benakku memelankan suara suara gaduh di dalamnya. Perlahan lahan kegaduhan itu berubah menjadi alunan sebuah simfoni, ah bukan…
Bukan sebuah simfoni, masih terlalu banyak instrumen di dalamnya. A Lullaby. Lagu pengantar tidur, yang mesti hanya berupa gumam halus namun bisa membuatku berpikir, sudah. Berhenti lah sejenak.
Aku hanya tahu cinta yang sederhana. Saat hatiku tenang berada di dekatnya. Nyaman meski tanpa lembaran kertas berharga dan makanan melimpah di sebuah resto mewah. Entah bagaimana caranya, sebuah getar halus membuat hatiku berkata, aku percaya padanya.
Aku hanya tahu cinta yang sederhana. Saat telingaku mendengar 3 kata : rindu, sayang dan maaf. Tak perlu bak pujangga. Aku mampu rasakan mana yang tulus mana yang merupakan akal bulus.
Aku hanya tahu cinta yang sederhana. Saat mataku menatap padanya, aku tahu dia ada. Rupa mendadak menjadi hal yang tak penting lagi. Jika itu cinta, semua makhlukNya akan terlihat sempurna. Dan saat mata itu menatap kembali padaku, sejenak rasa hangat mengalir di setiap denyut nadiku. Karena kutahu dia akan selalu ada.
Dan aku tahu itu cinta. Saat semua belenggu yang terangkai atas nama cinta, kulakukan dengan suka cita. Kerelaan yang tiada kupaksa, karena kumau ia tetap ada.
   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s