Awal Tahun.

  

Terkadang, dalam hidup itu ada hal hal yang mesti dipertahankan. Namun ada pula hal hal yang mesti dibiarkan, atau bahkan direlakan saja ketimbang jadi beban yang memberatkan langkah.

Kalau urusannya dengan anggota keluarga, ya tentulah harus dan berhak kita mati matian pertahankan. Ada aliran darah di situ. Entahlah, untuk urusan yang satu ini, pengaruh nenek saya memang cukup signifikan. Sepanjang ingatan saya, beliau selalu menekankan : family, family dan family. Selain shalat dan zakat sedekah tentunya.

Untuk seorang wanita yang memiliki 10 anak, patut saya acungkan jempol bagaimana beliau menanamkan kebersamaan dalam keluarga. Duh, saya yang anaknya cuma dua saja, kadang-kadang masih dihantui ketakutan jika ini anak dua tidak bisa saling dekat dan bahu membahu sebagai kakak-adik saat mereka dewasa kelak.

Okelah, itu urusan keluarga yang tidak bisa tidak mesti kita jaga dan pertahankan. Selain dari itu, seperti kehidupan bersosialisasi, saya memilih untuk mengikuti saja apa kata hati.

Kalau dipikir pikir, banyak juga hubungan  antar teman yang saya biarkan atau tinggalkan. Bukan karena saya tidak mencoba, tapi balik balik seperti yang selalu saya tulis : it’s about chemistry. Kalo cocok, ya pasti harmonis. Kalo tidak cocok, ngapain yak dipaksakan?

Terkadang beberapa orang di antara mereka ini justru adalah orang orang yang pernah dekat atau bahkan amat saya sayangi ( kata seorang teman, saya itu kalau main itu all out, total. Jadi sekalinya merasa tersakiti, duuar. Nyeseknya ampun-ampunan, gak bisa santai ). Cuma, jika situasinya terasa mulai tidak pas, yah ketimbang saya memendam perasaan negatif atau bahkan bisa tak sadar menyakiti diri sendiri dan orang lain, mending saya yang melipir perlahan.

Bencikah saya pada mereka? Ah tidak.. Eh maaf, ada lah satu dua orang yang saya putuskan untuk tidak mengenal mereka lagi. Kalo benci, pasti saya pikirkan kan? Ini sih tidak. Boro boro mikirin, ketemu pun rasanya seperti tidak pernah kenal kok..

Jadi ya begitu. Memulai catatan pertama di 2016 ini mungkin ada baiknya saya lebih aktif dalam mempertahankan sebuah hubungan. Baik pertemanan, atau bahkan percintaan. Kendorkan ego, berpikir positif, dan jangan terlalu takut untuk disakiti. Saya ingin seperti ibu angkat saya, beliau amat pandai memaintain sebuah hubungan. Meski melajang di usia senja, beliau selalu aktif dan dikelilingi banyak teman dan saudara yang selalu tulus mendampinginya.
(Happy birthday dear GodMom )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s