Gaduh.

Terlalu banyak memikirkan hal hal yang tak penting itu bak sebuah kutukan. Melelahkan, saat isi kepala terdengar sangat bising, bersahut-sahutan dengan berbagai pertanyaan dan sekaligus jawabannya, namun dengan berbagai versi.

Anehnya, kebisingan itu menjadi sebuah kenikmatan sendiri, meski oh Tuhan.. Lelahnya.

Tidur, adalah salah satu terapi yang bisa meredamnya. Itupun dengan syarat jika tidak disertai mimpi.

But sometimes, I believe in my dreams.

Meski sebagian besar adalah benar, mimpi itu hanya bunga tidur. Efek alam bawah sadar, yang merekam semua kejadian, keinginan dan ketakutan kita meski belum tentu semua itu bakal benar terjadi. Aku percaya, mimpi juga bisa berupa petunjuk. Asal mau dipikirkan.

Nah itu.

Balik lagi kan, jadi salah satu bahan pikiran yang mungkin tidak penting. Seperti bakal menyelamatkan dunia saja, jika memikirkan mimpi. 

Begitupun dengan cinta. Tak luput dari salah satu sumber gaduhnya isi kepalaku. Apa yang sudah, atau aku jalani, apa yang kudengar, kulihat dan kurasa. Seperti biasa, kepikirkan mulai dari definisi yang umum, sampai ke keputusan akhir apa cinta itu menurutku.

Aku teringat saat seseorang pernah bertanya : ” Why are you so bitter? ” , trus melanjutkannya dengan , ” You have the ability to love and cheer people up? ”

[ Jangan lupa, orang yang menyenangkan dan bisa menghibur itu belum tentu bisa membuat hatinya sendiri bahagia. Atau seorang dokter, belum tentu bisa menyembuhkan penyakitnya sendiri. Atau seorang motivator, guru, belum tentu bisa menatar dirinya sendiri. Atau seorang pemuka agama belum tentu bisa menahan hawa nafsunya sendiri <– nah kan. Getir.]

Some thought, I asked too much. While I thought, I never asked much. Some thought, I’m being uncontrollable.While I thought, I had obeyed so many rules. If I could give them freedom, why they keep wanting me to stay in a cage? Some thought, I’m too wild. While I thought, I hardly give any restrictions to anybody. Some thought, I’m too cold. While I thought, I’ve been pouring oh so many love. Why must I always say yes, while they kept telling me no? I gave my trust to them, why is it to hard to trust me back?  

Kira kira begitu isi perdebatan di kepalaku. Berisik, yah? Karena selalu ada 2 sisi yang saling berinteraksi, sahut sahutan dengan situasi yang bertolak belakang.

For me, love is simple. All you have to do is : trust. Itu modal utama. Selanjutnya semua akan mengikuti dan akan berjalan baik baik saja. Mau dari segi hati kek, finansial kek, apa yang akan terjadi di masa yang akan datang kek. Just trust your partner. 

I trust. Karena itu menyehatkan mentalku. Semudah itu alasannya. Pertanyaannya selalu sama dalam setiap relationship yang aku jalani : ” Can you trust me? “

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s