Pelajaran Baru.

Aku bebal. Keras kepala, kata bapakku. 

Kata dia juga. 

Katamu pun begitu.

Sama pula dengan kata mereka.

Padahal, sini kuberi tahu.

Aku bukan semata mata bebal.

Atau tidak bisa dilarang.

Gampang kok.. Jika kau mau aku menurutimu.

Bantu aku pahami maumu.

Bukan hanya sekedar agar kupatuh.

Apalagi  cuma bermodalkan  kata-kata , ” Aku tahu yang terbaik untukmu.”

Bagiku bak sebuah pelecehan, bahwa aku tak mampu.

Apa guna orangtuaku berpeluh menyekolahkanku?

Tak usah khawatir aku akan merendahkanmu.

Ketahuilah, sebuah kelemahan sesungguhnya lebih bisa membeli hatiku.

Jangan kau tutupi dengan kuasamu.

Akan kuatlah aku membatu.

Kata mereka, jika kau paham itu.

Mengapa tidak mencoba iyakan dulu.

Tanpa banyak tanya seolah berdebat.

Oh bukan, sanggahku.

Berdebat bukan yang kumau.

Itukan katamu, kata mereka padaku.

Bagi dia itu sebuah debat.

Selama ini kubertahan dengan sikapku.

Kurasa tak ada yang kurugikan darinya atau darimu.

Tak peduli dengan apa di kepalanya dan kepalamu.

Aku sedang letih dengan ini itu.

Pernahkah aku membuat susah dirimu?

Mungkin itu yang menyebabkan mereka berlalu.

Apakah ini pelajaran baru buatku?

Agar selalu mengiyakan terlebih dulu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s