Why do people don’t like other people?

Selama menjalani hidup ini, sepertinya aku cuma pernah tidak suka dengan 2 orang untuk alasan yang gak jelas. Ya jelas gak jelas… Lhaaa…wong kenal juga enggak. Dua duanya artis penyanyi top pula, satu orang Amerika satunya orang Indonesia.

Gak suka kenapa? Yang orang Amerika karena gue anggap terlalu mengeksploitasi seks. Kayak mati matian buat jadi seksi gitu. Kan banyak, artis sono yang begitu? Ya nggak tau. Untuk kasus ini, ya artis ini yang kusorot. Mungkin karena awalnya dia mengawali debutnya dengan citra anak sekolahan yang.. Yaaa okelah terbuka sedikit, tapi masih dengan make up sederhana dan citra manis lucu. 

Lalu dia ngehits. Super hits. Dan sejak itu perlahan citranya jadi menjurus ke arah binal, dengan videoklip yang sensual yang menyatakan ‘ I am a slave for you’ pakai gotong gotong seekor ular albino. Yaelah. Fansnya saat itu kan didominasi remaja remaja putri, bahkan anak perempuan yang masih di bangku sekolah dasar. Kalo ditiru, gimana? 

Yang artis Indonesia, simply karena aku anggap dia tidak memiliki citra diri. Okelah dengan niatnya yang ingin sukses besar membawa nama Indonesia dengan go internasional ( yang kelihatannya langkah ini agak timbul tenggelam dan remang redup ), tapi mengikuti jejak karirnya, kulihat agak seperti bunglon. Tanpa ada ciri khas. Ada di suatu masa, teknik menyanyinya meniru Christina Aguillera ( namun improvisasinya terkadang suka tidak perlu, malah seperti lengkingan  yang beresiko merusak gendang telinga ). Gerak dance dan dancernya menjiplak Britney Spears. Gaya busananya suatu saat ujug ujug meniru gaya P!nk yang rebellious. 

Tetapi…Pernahkan aku sebegitu judgementalnya dengan orang di sekitarku, yang aku kenal? Rasanya tidak. Kecuali jika jelas jelas sudah bersinggungan denganku. Maka dari itu aku suka bingung, jika ada orang yang tidak menyukai orang lain yang ada di sekitarnya dengan alasan : ngga suka aja.

Kalau aku pribadi, jika orang tersebut tidak mengutak atik atau menyusahkan diriku, ya bagiku tetap seorang teman. Mau dikata si teman tadi bagi teman yang lain : oportunis, mukanya ga sedep, genit, lebay, ganggu, dandanannya katrok, songong, atau apalah….selagi dia tidak membuat hal hal yang menyinggung atau menyusahkan diriku : he/she is still a friend of mine.

Aku punya parameter sendiri sejauh apa seseorang itu kuanggap teman, aku yakin kalian pun begitu. Ambang kesabaran kalian untuk menghadapi tingkah polah seseorang, mungkin berbeda pula denganku.

Sejauh ini, semakin hari aku semakin enggan memikirkan tendensi orang terhadap diriku. Apalagi tendensi orang terhadap orang lain. Pakai feeling sajalah. Kalo feeling so good, ya ladenin. Kalo not so good ya tinggalin….gitu aja kok repot.

Advertisements

12 thoughts on “Why do people don’t like other people?

  1. Iyaa gw juga suka bingung dengan orang macam itu. Judgemental terhadap orang lain dengan alasan “ga suka ajah”.

    Ini kita bahas bintang iklan freshcare dan tolak angin yaa..?

    Kebencian tanpa alasan adalah alasan tanpa kebencian. Uuooopppooo iki haha.

    Salam..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s