Terus…

Kalo jadi janda, kenapa? Apa artinya pasti masuk neraka? Sebuah prodak gagal sebagai wanita? Atau kalo sampe punya duit pasti entah jadi simpanan siapa? Atau sejenis makhluk berbahaya yang beresiko tinggi untuk merebut pasangan atau suami orang?

Apalagi janda yang  diceraikan. Stigma yang ada ( yang sedihnya, malah kebanyakan didengungkan oleh sesama perempuan )  : ” Wah… Pasti gak beres tuh. Sampai lakinya yang gak tahan.” Padahal bisa jadi yang agak sarap atau kebelet kawin lagi ya si suaminya . Eeee, masih aja tetap ada pembelaan : ” Dia juga siiih, gak ngurus dengan benar lakinya, diambil deh ma orang.”

Itu lah yaaaa… 

Kenapa saya suka sebal dengan joke atau meme : ” cewek tak pernah salah.” Pada prakteknya, perempuan apalagi yang sudah menikah itu lebih rentan loh akan tudingan salah. Kenapa? Karena makin banyak ekspektasi yang dibebankan di pundaknya. Dari urusan rumah, anak, suami dan bahkan diri sendiri. Diharapkan semua berjalan mendekati sempurna.

Heylaaaauuw.. Kami hanya perempuan, bukan jagoan merangkap juga sebagai malaikat. 

Jika ada satu aspek yang tak terpenuhi, ya sudahlaah. Jangan konsentrasi ke situ. Alihkan saja ke hal lain yang mungkin lebih baik. Semestinya begitulah cinta yang sesungguhnya. Berdamai dengan kenyataan bahwa tak semua yang kita inginkan akan didapatkan, dan setiap insan pasti memiliki kekurangan. 

Menurut saya, cinta adalah kemistri. Tapi pernikahan adalah komitmen. Dan komitmen itu butuh kesamaan prinsip dari dua orang. Kalau saya sih, prinsipnya : menikah kalo bisa ya hanya sekali seumur hidup. 

Kok pakai kalau bisa? Ya iya. Kalau pasangan saya tukang gebuk, suka pulang ke rumah bawa perempuan lain, ngga pernah menafkahi, ya ngapain tetap ngotot berada dalam sebuah pernikahan? Atau jika pasangan saya modelannya adalah : ‘gak cocok ma bini yang ini, saya gak bahagia. Dah gak cinta. Ganti’. Ya buat apa juga bertahan? Emang bisa, kita menyetir isi kepala dan hati orang? Emang kita bisa memaksakan cinta hanya dengan bertamengkan anak dan pegangan beberapa lembar kertas di buku nikah?

Butuh kedewasaan dan ego yang minimal dari kedua belah pihak untuk tetap bertahan dalam sebuah pernikahan. Butuh komunikasi yang sehat dan kerelaan untuk berkompromi. Tak semata mata hanya merasa bahagia atau tidak. Bahagia itu sederhana, yang ribet dan banyak ekspektasi itu manusianya. Ibarat kata hanya melihat rerumputan yang hijau, kalau kita setel pikiran : ‘ Ya Tuhaaan, indahnya tu rumput.. Adeeem hati ngeliatnya,” maka bahagia lah kita. Dah gitu aja. 

Tetapi jika prinsip dan komitmen ini tak sejalan, maka akhirnya bisalah terjadi peceraian, dan seorang wanita menjadi janda. 

Dengan adanya alasan yang tertuang di dalam gugatan suami yang akan menceraikannya , komen atau analisa sok tahu dari berbagai orang yang tak benar benar tahu dan mengalaminya, belum lagi mengatasi emosi internal,  itu akan mempengaruhi benak seorang ( calon ) janda. Takut, sedih, amarah dan malu. Pasti itu. 

Sebagian, mungkin akan terpuruk. Tak apa apa, itu lumrah. Asal bisa kembali berdiri tegak. Dan dengan status baru sebagai janda, ya tahan tahan juga lah tindakan yang seperti baru melek ama kebebasan. Apalagi jika memiliki anak. 

Hari gini, di kota metropolitan ini, gak perlu jadi janda buat ngacak ngacak rumah tangga orang kok. Yang berstatus masih menikahpun tak kalah ganas bergerilya. Apalagi yang single dan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup.    Jadi ya sudah. Tak usah pusing pusing amat mikirin stigma dan apa kata orang, selagi tindakan, ucapan, bahkan niatnya memang tidak ingin merusak. Jika kenyataan hidup mengharuskan untuk menerima predikat sebagai janda, ya hadapilah. Toh bukan akhir dari segalanya, karena masih banyak hal penting lainnya yang harus dipikirkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s