Platonic.

Genggam erat tanganku. Tak perlu ucapkan kata kata yang penuh bujuk rayu. Aku tak butuh itu. Berikan saja dadamu, untukku bersandar di situ. Elus pelan rambutku, ah..ya begitu!

Tak banyak sesungguhnya yang kumau. Hanya kuminta selain menjadi imamku, jadilah engkau sebagai sehabatku. Di mana kita selain bercumbu, mampu pula tertawa tentang sesuatu yang sebenarnya tak terlalu lucu.

Aku hanya ingin canda tawa denganmu, tanpa drama yang tak perlu. Oh, kita bukan malaikat, aku pun tahu. Seperti kau terima semua kekuranganku, aku pun akan begitu. Seperti yang kubilang, tak banyak sesungguhnya yang ku mau. Kurasa, karena kau pun mau mencari tahu bagaimana gerak hatiku. Ya, kau berhasil mendapatku dengan cara itu.

Aku mengimpikan menghabiskan masa tua di sebuah rumah mungil dengan hawa sejuk denganmu. Kita menyepi dari hingar bingar dunia dan masa lalu. Tak perlu tamasya mewah dan uang berlimpah di saku. Jika itu hanya akan menjadi bahan syak wasangka dan curiga selalu. Merasa ‘cukup’, itu yang nomer satu.

Entahlah jika itu hanya sebuah angan bagiku. Denganmu, atau bahkan menyepi sendiri bisa saja terjadi di masa tuaku. Katanya, jangan gantungkan pada orang lain kebahagiaanku. Aku setuju. Hanya saja, tentu menyenangkan, jika ada seseorang selalu di sampingku. Asal saja dia adalah orang yang tepat untukku. Saat ini, engkaulah orang itu.

Advertisements

Heartwarming.

” Mom, when I’m at the airport I’m gonna call you using SingTel number.”

” Well, you don’t really have to call me. You can just Line or WA me.”

” Yea, that will do.”

” It’s still a month away. You’re really excited, ya…”

” I’m excited.. but on the other hand I’m…uhm.. you know.”

” I know. You don’t have to tell me, I know.. we’re connected, right? So I always know things you don’t really need to explain. ”

” Yeah…”

Another lesson is learned. Sometimes you forget how selfish you are, when you feel like nobody cares. When you feel lonely, and left alone. 

You have to believe, when you love with all your heart/ unconditionally, the person(s) you love will definitely love you back. And the universe will conspire to repay, and take a good care of your heart.

#positivevibe 

Flying solo.

Is it better, she asked.

My answer is : yes, but not really.

You seem happier.

Not really.

You seem lighter.

Yes.

How you manage?

Everybody can manage, if they believe in themselves.

How you provide?

God takes care of me. And that person gave me some help.

How much?

Enough. 

Do you forgive?

I do. But I don’t forget. My bad.

Are you still angry?

Yes I am. 

Are the kids OK?

They’re holdin’ on. Nope, they are not entirely OK.

Will they manage?

They will, but the scar stays forever, like it or not.

Will you heal?

I should. I will.

I’m thinking about…

No. Don’t think about it. 

But there is no hope.

There’s always hope.

But it’s too complicated.

Because you’re too focus on the difficulties and forget to count your blessings.

But he’s…

Don’t point your finger. Focus on yourself, what you did, what you do and what you will do.

I don’t know for how long.

Don’t think about it. Just do what’s the best you can do. 

Your suggestion?

Stay.

For how long?

As long as you can.

Until when?

Until you know that you won’t feel sorry for whatever that might happen, bad or good.

Adik beradik.

It’s a blessing, memiliki ikatan erat satu sama lain dengan adik dan kakak ( terutama kandung ). 

Ya, tentulah tak ada yang luput dari kesalahpahaman. Sesekali, wajarlah. Meski keluar dari pabrik dengan adonan yang sama ( if you know what I mean ), tetaplah saudara kandung akan memiliki watak yang berbeda, dan ada kalanya perlu penyesuaian agar selaras dengan saudara yang lain.

Tak apa apa. 

Asal jangan sampai memecah persaudaraan. 

Teruntuk Anakku.

Sekuat apapun aku tampak di matamu

Sekeras apapun watak yang tergambar di wajahku

Sebagaimana aku mencoba mengikhlaskanmu

Bahwa kata mereka anakmu itu bukan anakmu

Sesungguhnya ia titipan dari Tuhanmu

Namun namamu tak akan pernah lepas dari doaku

Bayangmu tak akan pernah lepas dari benakku

Karena kita pernah satu, anakku

Berbagi detak jantung dan nafas selalu

Kau lah cinta tak bersyarat pertama yang kutahu

Oleh karena itu, terpisah denganmu terasa bagai sebuah kematian kecil bagiku..