Abs.

Takes 3 months to shape it.

But only 3 weeks to lose it.

Darn it.

Advertisements

What are you?

Miliki sebuah karakter. Terserah, mau yang bagaimana. Asal tulus dan jujur keluar dari lubuk hati. 

Jika memilih karakter baik hati dan tidak sombong, ya go ahead. Asal emang aslinya begitu. Kalo cuma karena niatnya agar dikenal demikian, caya deh.. malah jadinya lebay. 

Begitupun jika menentukan akan memilih karakter nan alim dan bijaksana. Kalo ga bener bener dipraktekin apa yang didakwahkan, ya gitu. Jadinya selain terlihat lebay, ya muna.

Jika memilih karakter anak gaol seantero kota, go ahead juga. Be free, happy go lucky. Kalo emang aslinya orangnya easy going, ada aja sih emang, teman di mana mana. Gak perlu beli temen, misalnya dengan cara sering mbayarin bill saban kali nongkrong. Itu sih, bodo ya. Dan gak ngedidik pula.

Buat saya, I wanna do what I wanna do. Regardless orang mau mengkotakkan ke bagian mana.

Jutek. Ya udaaah, emang pada dasarnya bukan tipe yang gampang senyum duluan. Palagi ditunjang dengan mata sipit dan bibir tipis lancip ujung atasnya.

Sangar. Ya udaaaah. Emang selain bentuk tulang pipi dan rahang yang tegas, saya emang lebih suka menghadapi langsung, one on one, jika timbul sebuah persoalan. Gak demen, perang sindir2an di sosmed, chat apalagi posting posting quotes macam orang bener.

Barbaric? Ya terserah. Being princess yang manis, manja, menye2 is not my cup of tea anyway. 

One thing I know that : I don’t wanna be boring. I get bored easily. Jadi buat saya, its not fun untuk jadi orang dengan 1 kriteria atau karakter tertentu.

I wanna be like bamboo trees. Diterpa angin dari berbagai penjuru mata angin, dia akan meliuk mengikuti arahnya agar tidak patah.

Oh ya ofcourse, sifat dasar itu ada, dan sampai tua juga akan begitu adanya. But yea, yang lainnya buat fleksibel aja. Jadi, di mana pun kita berada, will fit. Buat saya, bisa masuk di dalam berbagai lingkungan sosial lebih menyenangkan, lebih banyak yang bisa diserap, daripada cuma dengan yang itu itu saja.

Maternal instinct.

” Maternal instinct (məˈtɜːnəl ˈɪnstɪŋkt) :

the natural tendency that a mother has to behave or react in a particular way around her child or children. ”

The term also refers to an inborn tendency to want to protect and nurture one’s offspring.

Protect. 

You see, protect. So like any other mothers in this world, I’m gonna make sure my children is safe, and sound. Away from danger, and threats.

For the prettier, better body and nicer one.

You know, i just heard the funniest story last night. About a jealous lover who thought what I’ve been writing in this blog somehow related to her man…well sort of man toy , if you know what I mean.

HaHa. 

I heard when they’re talking about her being mental behind her back, I never thought that..well.. this insanely insecure.

My dear, if you read this… It was never about what you thought it is.  NEVER, and actually…not even worth it for a status on my lame twitter or facebook. 


Again, shall we meet over lunch?

Simple.

But afterall, any relationship always require more than one person. Dan kita ga bisa menyetir pikiran dan hati orang lain, kan…

Jadi, ya sudah. Jika ingin mengakhiri, make sure tak akan pernah menyesal. Jika diakhiri, ya walk away…tinggalkan.

Ingatan di Hari Minggu.

Ada suatu masa,saat lo kesal ama seorang temen, trus mau nelpon temen lain buat curhat yang rentan menjurus ke gosipan, pas kebetulan si temen lagi gak bisa angkat telp, dan 5 hari kemudian lo teringet mo ngomongin temen yang tadi bikin kesel, karena saat itu gak ada temen yg dicurhatin, lo akhirnya malah lupa akan kekeselan itu. 

Tandanya gak bole nambah dosa, ya?