Mereka.Lo.Gue.

” Ke sini sini gua makin paham, kalo dulu gue emang gak pernah dianggap cukup baik. Selalu ada patokan, benchmark, mestinya gue menjadi seperti si Anu.. si Itu..” katanya.

” Emang si Anu, si Itu itu kayak apa?” tanyamu.

” Tipikal ibu rumah tangga tradisionil. Si Anu itu dulu sahabat gue. Bagi dia, si Anu ini perfect banget..ke mana mana gelendotan sama anak, terlihat amat mencintai suaminya.Pun saat suaminya selingkuh, tetap nerima dengan legowo. Dia tak segan memuji sahabat gue itu sebagai a perfect mother….”

” Hah?” Kau menganga dengan takjub. ” Bukankah itu mengecilkan dirimu?”

Dia mengangkat bahu. ” Mungkin dia tak pahami itu.

” Itu dulu. Belakangan ini kini si Itu, yang menurut penilaian teman-teman mereka, sangat dijadikan patokan.

Kata mereka, dia selalu membandingkan gue, dengan apa yang dilakukan si Itu. Padahal kan jelas..karakteristik, sifat dasar,latar belakang keluarga, ya gue berbeda dengan si Anu..Itu.. bahkan elo.”

” Itu tipikal ibu dan istri tradisionil juga? ” tanyamu lagi.

” Iya mungkin. Tapi ya… dari dulu gue da bisa melihat bahwa dia lebih mendengarkan saran teman2 wanitanya daripada gue, ibu anak anaknya. Anak sakit, obat yg dia beri rekomendasian dari geng cewek2nya. Apa dikit, curhat ke geng ceweknya. Tangan keseleo dikit, uda ada yang nganterin obat gosok.., ya dari si Itu.”

” Gila! Laki rempong amat, drama gitu. Bukannya itu bisa menimbulkan anggapan bahwa lo ga becus ngurus anak dan ngurus dia?” Kau menggeleng-gelengkan kepalamu.

” Itulah…. dulu dulu, saat anak gua masih bayi, saat dia belom kebanyakan main sama perempuan, yang dia liat apa? Apakah anak anak gue kurus kering, penyakitan dan rumah gak keurus, tagihan hutang di mana-mana? ”

” Yang bego sih, yang dengerin omangan dia. Eh tapi begitulah perempuan…. dan gosip. Makin digosok, makin sip. Yang gawat congor dia. Laki laki masa begitu.”

” Oh well… biarkan deh… baiknya sekarang dia kawinin aja si Itu, atau mereka yg selama ini jadi patokan akan baiknya seperti apa perempuan. Moga moga kelak dia akan tahu rasanya bersyukur.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s