Sekelumit tentang berbini dua.


” Bagaimana bisa sih lo berbini dua? ”
” Gue ama bini yang pertama terpisah jarak dan waktu. Bisnisnya di sana, bisnis gue di sini. Gue laki-laki dan punya kebutuhan, lo tau lah…”

” Trus? ”

” Dia pun sedang menikmati karirnya, dan enggan ngelepasin. Akhirnya keluar solusi itu. ”

” Hebat, bini tua lo.”

” Ada syaratnya juga kok.. Gue boleh berbini lagi, asal dia yang pilih. Ya udah, gue ikuti. ”

” Pada saat dijalani, gimana? ”

” Ya pusing juga…hahahahhaa… apalagi kalo sudah tentang cemburu-cemburuan. Sakit kepala gue.”

” Pantes lo susah tidur. ”

” Itulah. Kalo di sini, gue susah tidur. Tapi kalo di sana gue bisa tidur dengan nyenyak. Gue gak ngerti kenapa.”

Kesimpulanku saat itu : istri pertama lebih tenang dan menenangkan daripada istri ke dua.

” Sekarang, lo masih di usia produktif . Lo pernah berpikir gak, nanti… pada saat lo tua lo mo ngapain? ”

” Gue pengen menyepi. Jual semua bisnis dan aset yang gue punya, jika gak ada satupun anak anak gue yg nerusin bisnis ini. Selanjutnya gue mau menjalani masa tua di daerah. Yang lebih adem dan jauh dari hiruk pikuk. Mungkin gue akan bertani. Atau berkebun. ”

” Di kepala lo, mau menjalani masa tua lo dengan yang mana? Istri tua..apa yang muda?”

Temanku tadi terdiam. Kelihatannya dia tak bisa menjawab. 

Kesimpulanku : seseorang itu sebenarnya sih, sebaiknya hanya perlu satu pasangan hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s