Berteman dengan perempuan.


Membaca kata kata di atas, membuatku berpikir : ” Who are my friends?

Siapakah orang-orang yang kuanggap teman, I mean, ‘benar-benar’ teman? 

Seperti umumnya perempuan, biasanya memiliki satu-dua orang ( bisa juga lebih sih ) yang dianggap teman dekat. Di mana bisa saling curhat rahasia terdalam, seringkali terlihat bersama, gosipan, endebre..endebre…endebre.

Dan akhirnya aku terhenyak. Rasanya aku nggak punya teman perempuan yang seperti itu. 

Pertanyaannya : haruskah aku punya ?

Tentang curhat, aku punya 1-2 orang teman perempuan yang biasanya kuajak bertukar pikiran. Seringkah aku bertemu? Nggak tuh. Jarang-jarang. Masing masing kami punya kesibukan dan komunitas sendiri. Pembicaraan seringkali hanya melalui sambungan telepon yang, ya Tuhan… pernah suatu ketika mencapai durasi nyaris 4 jam!

Aku nyaris tak punya rahasia. Beberapa teman tahu hal hal pribadi tentang diriku. Terkadang, yang tak seberapa dekat denganku pun jika bertanya hal pribadi, ya kujawab sebisaku. Biasanya mereka mereka yang punya nyali untuk bertanya langsung ini, bukan tipe yang enggan bertanya, tapi kasak kusuk di belakang bikin cerita sendiri, sih. Begitu mereka tahu, ya sudah. Begitu saja.

Untuk janjian makan siang atau kopi kopi sore, aku punya beberapa set teman dari lingkungan yang berbeda dan saat bertemu, punya topik bahasan bahkan gosipan yang berbeda pula. Rutinkah aku bertemu? Nggak juga. Sesempatnya waktu mereka dan aku saja.

Jadi, siapakah teman perempuan terdekatku saat ini? Terus terang aku tidak tahu dengan pasti. Ya, mungkin ada 1 orang nama yang muncul di benakku. Tapi rasanya nggak sebegitunya, sih.

Aku sempat punya 1-2 teman perempuan yang ibaratnya sudah seperti saudara sendiri. Honestly, I loved them so dearly. Saking cintanya, akhirnya mirip seperti hubungan asmara, ekspektasi juga mengikuti dan merusak segalanya.

Entahlah. 

Mungkin… ekspektasi mereka besar pula terhadapku, sebesar cinta mereka kepadaku. Ceileh.

Mungkin…memang pada dasarnya aku memang terlalu acuh untuk melihat ada hal apa dibalik sebuah ekspektasi. Yang kulihat hanya : lu tunjukin A, ya sudah gue ikutin A sesuai mau elu. 

Aduh, aku ngga sanggup untuk mengira-ngira bagaimana sih… benak dan mau seorang perempuan ( dear gentlemen out there, I know how y’all feel, trust me..I KNOW! ).  Aku ikuti apa yang terlihat sajalah. Lebih baik lagi, ikuti apa yang terucap sajalah. Lebih jelas arahannya.

Dan sesudahnya, bisanya aku diam tak bergeming, membiarkan things fall apart dan akhirnya hilang begitu saja.

Mungkin… itu yang dilihat oleh beberapa perempuan bahwa I’m hard to love. Terlalu keras dan kaku sebagai seorang teman, apalagi sahabat perempuan. Sehingga mungkin… mereka merasa lelah untuk terus memiliki ekspektasi agar aku menjadi teman yang seperti mereka mau.

Mungkin, seperti itu….

#perempuan #teman #bff #pertemanan#temanperempuan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s