Sebuah Introspeksi : Narsis, ataukah Ge-er?

Aku merasakan bagi beberapa orang, eh.. atau banyak orang ( biasanya perempuan ), aku tak terlalu disukai.

Mungkin karena aku kurang senyum.

Mungkin garis garis wajah dan tulang pipiku terlalu tajam.

Mungkin karena mataku yang sipit.

Mungkin karena bibirku yang tipis.

Mungkin karena aku tak suka dan tak bisa diatur.

Mungkin karena aku terlalu straight forward kalo ngomong.

Aduh, aku ngga banyak omong saja, bahkan diam tak bicara, orang suka ngeri, sungkan atau tak nyaman.

Mungkin karena begitulah auraku, nyebelin… (if this kind of thing really exist).

Mungkin karena aku tak bisa basa basi seperti umumnya perempuan.

Mungkin, aku nampak terlalu kuat, keras.

Hingga di saat yang dianggap titik terendahku pun, aku tampak tetap tegak, arogan, menantang.

Mungkin beberapa orang mengharap sekali saja melihatku terpuruk, tersungkur.

Dengan demikian mereka berpikir, aku sama, tak beda dengan mereka.

Dan jika demikian, hati mereka melembut dan bersimpati padaku.

Masalahnya, apakah aku bisa, dan mau…

…begitu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s