Hijab.

Seingatku, nenekku sudah 3x bertanya: ” Mengapa belum berhijab?”

Hampir semua wanita di keluargaku sudah menutup auratnya. Bahkan, keponakan yang jauh lebih kecil dariku pun sudah pula. Aku belum. Adik perempuanku belum. Satu sepupuku belum. Sementara sepupu yang satu lagi sedang berproses.

Mengapa aku belum?

Entah lah. Kalau dibilang belum siap, aku bingung. Apa sih, yang mesti disiapkan? Bukankah jika hendak berhijab, ya berhijab saja. Gak usah mikir macam-macam, takut nanti a takut nanti b. Kan aku bukan artis yang penampilanku harus selalu a harus selalu b, demi para penggemar dan tuntutan pekerjaan.

Oooo… mungkin tepatnya belum terpanggil.

Meski katanya kalo belum berhijab itu….berdosa, ya?

Nah ini. Dosa.

Terkadang, aku melihat beberapa teman yang sudah menutup rapat rapat auratnya, namun perilakunya, duh…. Maaf ya, bagiku tak sesuai dengan sejatinya kita memandang wanita muslimah .

Misalnya : judgemental. Gak tau ya, apakah lembaran kain yang menutup rapat auratnya adalah semacam jubah kebesaran yang menyebabkan derajatnya lebih tinggi dari modelan yang kayak saya-saya ini yang rentan akan dosa dan laknat Tuhan?

Riya, tanpa disadari. Mungkin maksudnya bagus, ya… semacam mengajak dengan halus menuju ke arah kebaikan. Mungkin caranya saja yang menurutku kurang tepat. Sesekali menceritakan perjalanan batin baik melalui sosial media ataukah secara langsung, tentu tak mengapa. Itu bagian dari dakwah, membawa pahala. Tapi jika terlalu berlebihan ( tentu saja yang serba terlalu menurut pedangdut Vety Vera itu tidak baik ), rasanya kok ya lebay juga. Kalau aku pribadi sih, lebih suka melihat orang yang jika telah menemukan pencerahan, terlihat lebih kalem. Lebih tenang, damai. Tak perlu berkoar-koar, tindak tanduknya otomatis akan terlihat lebih baik secara wajar.

Aku sih tidak terlalu mempersoalkan penampilan luar teman teman yang telah berhijab, atau berhijrah. Selagi menurutku tak juga memakai pakaian serba tertutup namun ketat di sana dan sini, buatku ya bagus bagus saja. Bisa kok, fashionable, meski katanya suka tak sesuai syariat. Selagi masih gombrang alias tak mereketengteng seperti lepet, ya cakep cakep aja dan justru menarik perhatian bagi aku yang belum berhijab ini. Tapi kalo pakaiannya harus hitam legam dan ditambah cadar, terus terang… Jujur, aku masih agak gimaaaanaaaa gitu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s