Kebebasan anak memilih, sejauh mana?

Lebak Bulus, 12 Februari 2018,

Kukatakan pada anakku malam ini :

” Tak ada seorangpun ibu, yang mau anaknya sakit, jelek, buruk tingkah lakunya, dan menjadi orang yang tak baik. Kecuali ibu itu “crazy”.

Untuk itu, semua ada aturan, larangan, dan perintah. Jadi, sampai kapanpun, mami akan tetap mengatur kalian, walaupun dianggap cerewet, bawel, tukang ceramah… because that’s what I do, what we mothers do.”

[ menjawab pertanyaan seorang anak usia 10 tahun yang telah diimplementasikan di kepalanya bahwa he has the right to speak up his mind but somehow I got the idea that what he thinks instead is he can do whatever he wants based on this sort-of fredoom-of-speech, padahal yang gue suruh simply sikat gigi sebelum tidur yang berulang-ulang ude gue ulang dengan nada yang manis sampai akhirnya rada maksa karena uda deket jam 10 malam, dan kala itu anak gue berkata : ” Kenapa sih mami suka ngatur-ngatur?”]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s