Tidak Ada Wanita yang Sempurna

Suatu hari, ada seseorang yang posting ini di WA grup :

Tulisan yang sepertinya diambil dari postingan di sebuah media sosial itu sungguh terasa menyejukkan. Aku berharap, oh sangat berharap yang menulis itu adalah seorang pria, seorang suami, atau seorang bapak yang tengah mengajarkan hal yang sama kepada anak laki-lakinya.

You see…

Sama seperti jika ada sesuatu yang tak beres pada seorang anak, dan orang yang nomer satu dituding adalah ibu, maka menurutku jika ada yang salah dari seorang istri, yang dituding ya suaminya. Mengapa tak pandai menakhodai rumah tangganya?

[Eh tapi…. liat case per case ya. Walau bagaimanapun di luar sana tetaplah ada seorang istri atau suami yang brengsek dari sononya bagaimanapun baiknya pasangan mereka ]

Cuma, ada satu kalimat dari tulisan di atas yang aku kurang setuju. Yakni : “apa kamu punya tabungan yang tak terbatas jumlahnya?”

Wah.

Yang nulis lupa, cobaan pria itu kan ada 3 : Tahkta, Harta dan Wanita.

Ketika takhta telah diraih, otomatis hartanya juga mengikuti. Begitu harta mengikuti, laki laki suka banyak yang jadi lupa. Kalo gak banyak bersyukur dan banyak ingat Tuhan sih….apalagi jika sampai dikelilingi wanita, mendadak istri di rumah banyak cela dan kekurangan.

Yang punya bini cakep, katanya bikin ribet.

Yang punya bini gak cakep, katanya ga bisa rawat diri.

Yang punya bini ibu rumah tangga, katanya kurang greget.

Yang punya bini tak berpenghasilan, dianggap sebelah mata.

Yang punya bini aktif di dunia sosial, katanya bisanya menghamburkan uang saja.

Yang punya bini ngga gaul, katanya cupu bikin malu.

Yang punya bini nurut manut, katanya membosankan.

Yang punya bini smart, katanya ngeyel gak tunduk pada suami.

Lalu, mentang-mentang ada uang dan tabungan dan bisa main tunjuk wanita yang disuka, lalu semena-mena deh…

(((Adaaaaaaaaaaaaa…)))

Mestinya kata-kata di atas itu diganti, karena punya tabungan luas tak terhingga tapi misalnya pelit juga, ya ngga ada gunanya.

Harusnya kalimat itu berbunyi : apa kau sudah cukup memanjakan istri dari segi materi?

Naaaaaaaah, kalau itu baru tepat!

Advertisements

3 Things.

3 the most important things in my bags :

…wallet, car key, mobile phone(s).

3 the most important persons m in my life :

…my children, my monkey, my dad.

3 hal yang diidamkan dari pasangan hidup :

… bisa menjadi teman/sahabat, ngga pelit, sering beraktivitas bareng.

3 hal yang disebelin hari ini :

… orang yang perhitungan sama orang tua, harga makanan yang terlalu mahal, kerupuk udang yang rasanya ngga udang banget.

3 hal yang jadi impian :

…kembali tinggal di area Cipete, ganti mobil merk dan jenis yang sama tapi tahun lebih baru, duit buat bisa jalan jalan.

3 kejelekan yang dimiliki :

…suka menggampangkan, keras hati, terlalu cuek.

3 kebohongan besar yang pernah dilakukan :

…keturunan separo Korea (haha!), ngaku-ngaku pinter, engg… jumlah mantan?

3 harapan dalam waktu dekat :

…turun 5 kilo, cicilan cepet lunas, embak cepet pulang.

3 rutinitas sehari hari :

…gym, anter jemput bocah, nulis artikel ( yang semestinya saat ini gue lakukan ketimbang ngetik pertanyaan sendiri, jawab-jawab juga sendiri ini).

3 hal yang akan dirubah demi pasangan :

…akan jauh mengurangin sensik , ngurangin gengsi, tak berekspektasi.

3 kriteria positif sebagai pasangan :

… I know probably I’m hard to love, but man… when I love, I can love hard !….sure can handle budget and money, definitely will keep a home tidy and clean.

3 hal yang bikin orang males deketin :

…raut wajah jutek, ngomong suka terlalu blunt, sering kecuekan ngeloyor-ngeloyor aja jadi sering dibilang songong.

3 hal yang bikin ketar ketir :

…duit menipis, jika badan sakit atau ngasi sinyal ada yang ngga beres, duit menipis.

…ya sekian lah, makasih jika ada yang baca hal ngga penting bagi hidup kleyan ini….

Percaya.

Aku punya seorang teman, seorang artis. Aku masih ingat, ketika pertama kali mendengar namanya, aku masih kuliah, pertengahan tahun 90’an lah.

Dari ceritanya, kisah hidupnya dari dulu lumayan dramatis, penuh warna warni. Penuh pergolakan dan perjuangan, bahkan nyaris menyerempet kematian.

Pun hingga kini.

Namun, temanku tadi memilih percaya, dan bersandar pada Tuhan. Dalam artian BENAR-BENAR percaya dengan kekuatan teguh akan doa dan pertolongan Tuhan.

Which

Untuk yang satu ini, entah kenapa masih saja susah kujalani.

[rollingmyowneyes]

Katanya,” Aku mencoba bersyukur tentang apapun juga setiap saat. Aku bersyukur, aku masih bisa bernafas, kakiku masih menapak lantai. Aku bersyukur, jari jemariku masih bisa digerakkan… aku bersyukur berapapun uang yang tersisa di di dompetku… Bagiku, Tuhan masih sangat baik masih memberi makanan yang ada di rumahku, air bersih yang masih bisa kuminum…”

Like….wow!

Sementara aku :

” Anjritttt… saldo tabungan gue tinggal segini, gimana ya? Kok tipis banget ya? Gimana kalooo…. anu… ini… ituu…”

Dan ketika 2 hari lalu tiba tiba pompa air ngadat dan aku harus membeli pompa baru :

” Duileeee, ada ada aja ya.. mau keluar duit. Makin tipis dah duit ane..”

Dan ketika isi kulkas mulai habis :

” Duuh, kudu belanja lagi nih, perasaan duit deres banget sih ngalirnya…”

Boro boro mikir bersyukur hal yang lain. Asik konsen ke satu hal yang jadi keluhan saja.

Paraaaaaah.

Pada saat temanku tadi bercerita tentang bagaimana Tuhan melalui tangan manusia seringkali sekonyong-konyong memberikan pertolongan tak terduga, kepalaku masih berpikir :

” Ya ngga mungkin juga kali, kalau tanpa usaha, orang akan memberi uang begitu saja…”

The point is…

Tampaknya aku masih kurang percaya, ya? Akan kekuasaan Tuhan?

Padahal mungkin poinnya bukan di situ, tak semudah dan sedangkal : bruk! Nyoooh, duit….nyoooh…!!!

Poinnya adalah bagaimana caranya agar selalu bisa menimbulkan aura positif. Dengan demikian, ngga melulu mumet mikirin hidup. Dengan menebar aura positif, kan katanya adalah magnet pula untuk mendapatkan hal hal yang baik pada akhirnya. Termasuk di dalamnya rezeki, yang salah satunya berupa uang.

The universe will conspire, istilahnya.

Secara teori, aku sih paham banget. Namun dalam prakteknya, hwaraaaakaaadah hadyyuuooh… kok ya aku ngga mudeng-mudeng juga….