Manajemen Waktu.

Saat menumpang tinggal di apartemen Sabine Klank di Berlin, aku tertarik melihat sebuah notes di samping telepon yang tergantung di dinding.

Notes panjang itu berisi tanggal, hari dan garis panjang untuk diisi/ ditulis disamping keterangan waktu.

Keesokan harinya, Sabine akan menyobek lembar yang tanggalnya telah lewat, dan mengisi dengan data atau janji terbaru.

Rasanya, tak satu pun seorang temanku, yang sama sama ibu rumah tangga seperti Sabine, melakukan hal yang terencana dan sistimatis seperti itu.

Yang ada :

” Ya Tuhaaan! Aku terlewat, lupa kalau hari ini arisan!”

Atau,

” Rasanya, kita kemarin ada janji, ya? Kapan dan ke mana ya?”

Atau,

” Apa? Acaranya hari ini? Waduh! Aku tabrakan dengan janjianku dengan si Itu.. Gimana, ya?”

Termasuk aku sendiri. Di kepala sih sudah terbayang kira-kira seperti ini :

04.00 Bangun, persiapkan bekal anak

05.00 Subuhan

06.00 Bangunkan anak sekolah, lalu berangkat.

07.00

08.00 Olahraga di gym

09.00 Submit artikel

10.00 Mandi

11.00 Makan siang

12.00 Submit content medsos

13.00 Jemput anak sekolah

14.00 Istirahat , shalat

15.00 Istirahat , shalat

16.00 Mulai mengumpulkan materi artikel

17.00 Mulai menulis dan makan malam

18.00 Maghriban

19.00 Cek feedback netijen

20.00 Cek persiapan sekolah anak

21.00 Shalat, dan bersiap tidur

Idealnya mah gitu.. Kenyataannya, wah, amburadul…

Mungkin begitulah tipikal orang Indonesia. Nyantai, kurang disiplin. Ngga heran batal atau meleset janji dan jam karet biasa dimaklumi di sini.

Sementara di luar negeri, wadaow. Bisa habis kita, kena omel karena dianggap tidak sopan.

Aku pernah mencoba, membeli sebuah notes kecil yang formatnya kira kira miriplah dengan notes panjang milik Sabine tadi.

Seminggu sih tertib…

Sekarang, aku tak tahu ke mana notes itu pergi. Entahlah, mungkin terselip, atau tercecer. Dan akhirnya… manajemen waktuku kembali amburadul acakadul.

Advertisements

7 thoughts on “Manajemen Waktu.

      1. eh bener juga yaa, kalau selalu ngaret dan beralasan waktu yang tidak berpihak padaku ini akan mengakibatkan portofolio ku menjadi hitam di tempat kerja lain,

        wah.. baru tersadar !!! hmm, pencerahan nih

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s