Politik Sabar.

Tau ngga, di era ponsel pintar kayak sekarang, semua orang memang maunya yang serba cepat dan enggan bersabar.

Pemerintah sedang membangun infrastruktur yang jelas ada buktinya, berupa jalan-jalan, jembatan, bendungan, bandara, yang efeknya mungkin belum langsung terasa dalam 1-2 hari, 1-2 bulan, bahkan 1-2 tahun ke depan.

Tapi, perut lapar itu ngga bisa menunggu, katanya. Ah, macam anak kecil dan dedek bayik saja, begitu lapar nangis jejeritan.

Lapar? Ya cari duit buat beli makanan, jangan buat beli kuota!

Aduh, ekonomi sulit! Gih ternak ubi atau singkong yang cepet numbuhnya. Ngga inget cerita di buku sejarah, zaman penjajahan susahnya kek apa? Tapi kan nenek moyang lo at the end survive juga?

Gak usah bebani otak dengan ribet mikirin di dalam parlemen dan politik ini gimana. Kita ngga kenal mereka secara pribadi, manalah tau mana yang lurus, mana yang emang setan.

Katanya, calon yang ini orang gila… Katanya calon yang itu hanya sebuah boneka.. Katanya calon yang anu kaga ada otaknya… Katanya … Katanya.

Gak usah pikirin! Mereka ada porsinya masing masing dan dengan resiko dosa yang mereka harus tanggung masing-masing, jika tak mampu memegang amanah.

Sebagai rakyat ya amati dan nikmati saja pembangunan yang ada. Kalau tidak dihentak dari sekarang, apa yang tengah dirintis pemerintah kini siapa yang berani menjalankan? Suka atau tidak suka, pembangunan infra struktur paling massive ada di era ini, setelah telah merdeka 73 tahun lamanya.

Tapi kan banyak utang? Lihat dulu utangnya buat apa. Dari jaman Nabi Udin juga negara kita emang banyak berhutang.

Udesikkk, biar negara dan para politikusnya yang mikirin gimana bayar utang.

Tapi kalo negara naikin pajak buat bayar utang gimana?

Haaaalaah, situ yakin taat bayar pajak?

Tanya Pak Polisi di Samsat deh. Mobil dan motor di Jakarta sekian banyaknya, berapa persen sih yang taat bayar pajak? Belum kalau bagian pajak-pajak lainnya seperti jual-beli, pendapatan, yang jujur aja… pasti sering diutak atik biar nominalnya berkurang.

Berapa banyak pembayaran BPJS yang mandeg, padahal kan bukan pajak?

Intinya, orang kita itu manja. Big giant babies yang diperburuk dengan ketergantungan akan gadget. Makanya guru, psikolog, pedogog wanti wanti agar anak sedapat mungkin dijauhkan dari gadget , dan perangkat game.

It makes your brain lazy! <—- sebagai ibu dari 2 anak laki-laki, aku SEPAKAT dengan ini

Bikin males mikir, dan maunya serba cepat dan instan. Menyerap informasi pun sepotong-sepotong saja. Lihat saja konten berita online, se emprit-emprit demi banyak dapat click. Belum lagi yang termakan berita hoax. Ya gimana, karena malas mikir, malas menganalisa, ya berita ngasal ditelan bulat-bulat.

4 tahun itu nyaris tak terasa, untuk sebuah kemajuan dari pembangunan sebuah negara. Bersabarlah sejenak, berbaik sangkalah jika kita akan menuju lebih baik ke depannya. Ingat, pikiran dan kata kata itu adalah do’a yang bisa jadi nyata. Dan yang namanya do’a selayaknya berupa kebaikan, bukan ancaman, hinaan, dan kutukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s