Affirmasi kesehatan dan penyembuhan.

1. Sakit itu…. jika tak dirasa-rasakan justru akan membaik, bahkan sembuh sendiri.

2. Apa yang aku makan dan minum akan membawa faedah dan kesembuhan untukku.

3. Sel-sel di dalam tubuhku akan tumbuh dan beregenerasi dengan sendirinya.

4. Setiap tidur adalah waktu di mana tubuhku memperbaiki dirinya sendiri.

5. Setiap pagi akan menjadi permulaan yang lebih baik dari hari sebelumnya.

6. Ini adalah sebuah proses yang akhirnya akan berlalu, hanya perlu sedikit waktu.

12 thoughts on “Affirmasi kesehatan dan penyembuhan.

  1. It’s me again.
    Sekarang ingin nanya bagaimana caranya memanage? (walaupun the sound still there)

    Btw boleh share juga tinnitusnya yg gimana? Mine high pitch konstant

    Like

    1. Sudah liat kanal youtube yg aku kasih? Kalo aku tahu kanal2 itu, mungkin aku adaptasinya bisa lebih cepat, ga butuh sampai 3 bulan.

      Tinnitusku awalnya kayak suara jangkrik. Ramaaaaaaai banget, kayak masuk hutan. 24/7 non stop, dengan skala 1-10 , dia ada di 7-8-9-10. Masa jeda (volume agak turun) paling hanya 1-2 hari dalam seminggu, maksimal 3 hari sebelum balik dengan “vengeange”.

      Sesekali diselingi dengan suara berdenging tinggi selama bebeberapa detik ( dari sebelum dapat T aku sering nih berdenging gini).

      Lalu sekitar 2 bulan an kemudian suaranya berubah kayak electrical pulse. Kayak gimana ya, kayak gesekan kabel yang ada listriknya tapi annoying banget.

      Setelah banyak belajar dari Youtube Julian Cowan Hill, aku menyadari bahwa STRESS itu sangat berpengaruh dengan volume T. Jadi aku belajar memanage stress. Aku juga berusaha diet. Karena kadang aku nemuin korelasi antara apa yang aku konsumsi, ngaruh ke T. Ini ada di Youtube Liam Stops Tinnitus. Aku juga sampai sekarang masih akupuntur, seminggu sekali, olahraga, dan relaksasi dengan segala jenis pijat.

      Sekarang, suaranya kayak mendesis, atau kayak sensasi pengang seperti abis bediri dekat loudspeaker.

      Dalam 1 minggu biasanya ada spike, yakni meningkat dalam volume dan intensitasnya ( aku selalu catet). Kalau dulu tiap ada spikes aku pasti stress, sekarang aku kayak : oh well here we go again… biasanya berlangsung sehari penuh, dan besok paginya mereda.

      Sesekali volumenya jadi sangat rendah, bisa cm di skala 1-2. Bahkan 3 hari lalu aku dapat anugerah silence, complete silence sekitar 15-25 menit.

      Try not to focus on the sound ( i KNOW it’s friikkkin’ hard ). Pilih salah satu terapi yang kamu rasa kamu mau jalani. Akuountur kek, refleksi kek. Jangan tunggu hari apa, bulan apa, tahun sembuhnya. We never know.

      Tapi always keep in mind : IT WILL GET BETTER AND BETTER SOON. Aku selalu yakin aku pasti sembuh, entah kapan….

      Like

  2. aku udah nonton one part yang dia cerita bahwa ditempat sepipun dia bisa nggak denger suaranya, disitu intinya dia ngajarin bahwa its posible to place attention ke hal yang lain kalau ga salah (ill watch again). tapi belum nonton yang lain (and i should watch other videos too i guess)

    wow, dan perubahan dalam 2 bulan itu (electrical pulse) bahkan terjadi sendiri tanpa nonton channel2 tadi?

    anyway congratulation untuk moment-moment silencenya :).

    btw dari penjelasan tadi, berarti state-nya sekarang untuk tidur dikamar juga udah nyaman ya?.

    yang kadang bingung kalau saya ditempat yang ramai (kebetulan kantorku rame), suaranya terasa teredam, jadi ada semacam relief, tapi ketika balik ke-rumah.. muncul lagi. kadang-kadang bikin up down jadinya.

    Like

    1. Fyi, aku tuh sampe ke 9 dokter THT, dari yang biasa ampe deretan profesor. Segala macam treatment aku lakukan, mulai dari akupuntur ( 3 ahli akupuntur aku coba) , pijat sejenis chiropractic, nyoba meditasi ( rada susah nih haha) , kuping dipanasi, wah semua deh.

      Yang akhirnya kesimpulan yang aku dapat, untuk tinnitusku penanganannya adalah ; MANAGE STRESS, relaksasi, jaga makan, dan akupuntur.

      Pas awal pertama kena, untuk tidur aku selalu butuh bantuan “masking”. Karena aku suka suara hujan, aku selalu tidur sambil dengerin suara hujan dari youtube. Sebulan kemudian, aku mikir : ngga bisa begini terus, tergantung sama device. Akhirnya aku lepas. Aku dengerin aja suara tinnitusnya , tanpa mikir apa apa, kudengerin aja suaranya sampe aku cape dan ketiduran sendiri. Untungnya, selama kena tinnitus aku cuma 1 kali ngga bisa tidur, pas di awal awal.

      Tinnitus itu sadisnya begitu, dia bisa datang sesuka hatinya, tanpa bisa kita atur volumenya. Aku dulu juga ngerasain up dan downnya. Tapi diombang ambing perasaan kayak gt kan ngga enak. Makanya aku belajar buat embrace aja… kalo pas kumat, ya sudah jalanin aja, sambil mikir: besok pagi juga reda. Dan bener, reda.

      Kamu kena karena apa sih? Aku awalnya kena karena infeksi sinus, yang kemudian jadi eustachian tube dysfunction. Sekarang ETD nya da sembuh dalam waktu sekitar 4 bln an. Tandanya aku ngga ngerasain budeg sebelah lagi. Tinggal T nya yg nyisa.

      P.s
      While writing this, jam 3.40 pagi, saat lgi tenang2nya, kuping kiriku berdesing desing halus. Jadi, pagi ini suaranya lagi bukan mendesis : ssssshhhh…

      Like

  3. Wah It’s along journey ya with dokter2 itu.

    Aku udah 2, dokter pertama treatment-nya 3 Minggu.., dokter ke dua treatment-nya 2 minggu.

    3 hari pilek flu parah (Ive never had flu like that before) gara2 kecapekan. Hari ke2 dan 3 minum antibiotik dan obat flu (salah jenis, harusnya kalau aku untuk mengencerkan dahak, yg ini malah menekan dahak). Hari ke 3 sore notice ada ngiiing konstant. Jadi sampai sekarang ga tau penyebabnya yg mana. Kecapekan stresskah, infeksi telinga karena flu, atau efek ototoxicity karena obatnya. Alhamdulillah sekarang sudah mulai berdamai dengan keadaan, apapun triggernya. Dan mulai fokus ke memanagenya

    Noted :
    Manage stress, relaksasi, jaga makan, akupuntur. Terakhir Embrace ya

    *4.38 pagi di Indonesia. Dan suara mesin AC sedikit memasking si T.

    Like

    1. Aku juga awalnya sibuk nyari penyebabnya kenapa. Tapi pada akhirnya, mikir : ya Allah da ngasih begini pasti ada maknanya.

      Konten youtube yang aku kasih itu aku pelajari semuanya, dan salah satu yang aku dapat adalah : nervous system yang terlalu tegang sehingga memicu fight or flight mechanism yang akhirnya bikin otak kita “ngunci” di suara T itu. Make sense, karena aku orangnya perfeksionis, cenderung overthinking . Dan baru saja mengalami masalah besar dalam hidup (bercerai).

      Jadi, know yourself more… try to make peace with everything. I know it’s hard, karena minggu lalu aku sempet juga kok, down dan merasa hopeless ttg tinnitus. Tapi ya untungnya sebentar aja…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s