Pudar….

Kau tahu, tanda utama akan memudarnya sebuah cinta?

Tak lain dan tak bukan : rusaknya sebuah komunikasi.

Jika kau merasa tenang-tenang saja, tak mendengar atau berbicara dengannya selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, maka ketahuilah: cinta itu telah memudar.

Apapun alasannya : sibuk. Sedang sakit. Lagi marah. Gengsi, apapun!

Karena jika kamu (masih) mencintai seseorang, maka akan sukar melepaskan dirinya dari keseharianmu.

Mau pergi, ingat memberi tahu.

“Hai Sayaaang, aku hari ini mau ke sini ya… kayaknya lusa aku ada pertemuan di situ, deh.. nanti kukasih tau lagi ya..jadi apa enggaknya…”

Having a rough day, dia orang pertama yang ingin kamu curhati.

” Aduh, kepalaku mendadak sakiiit banget tadi… nggak enak deh… Kenapa ya? Perasaan ngga makan yang aneh-aneh..”

Having a good day, dia orang pertama yang ingin kamu bagi.

” Eh kamu tau nggak, masa ya tadi aku dapat arisan! Pas bener, pas lagi bokek-bokeknya!”

Mau mandi, makan, kerap teringat akan si dia, sama seperti judul lagu jadul itu. Terkadang, sebuah pesan singkat atau telepon dengan isi pembicaraan yang remeh dilakoni <— meski terlihat nggak penting, namun sesungguhnya hal ini maha penting. Kalau bicara cuma untuk hal-hal yang penting, ya apa bedanya pasangan dengan rekan kerja atau tukang somay langganan anda?

” Eh..eh.. aku mau gosipan… Masa ya, tadi si Anu…berantem ama si Itu…”

Atau…

” Itu artis yang Enoh ketangkep gara-gara apaan sih?”

Atau….

” Kamu jangan pakai lagi ya baju yang itu.. aku ngga suka.”

Kira-kira seperti itu… pembicaraan remeh yang nampaknya tak penting namun nyatanya teramat penting untuk menjalin sebuah komunikasi.

Sedang kesal pun, kamu akan rasakan adalah siksaan untuk tak berbicara dengannya. Karena…. cinta itu semestinya sih tanpa gengsi.

” Yang…Udah dong… jangan ngambek terus…”

Atau…

” Diem aja, kamu masih marah ya?”

Atau…

” Maaf ya, tadi aku kata-katanya kasar sama kamu.. ”

Atau…

” Baikan yuk…. Sudah jangan berantem lagi. Sini, peluk.”

By the way, gengsi itu sangat bisa merusak cinta. Selain dari perselingkuhan dan kepelitan. Ini kataku, loh ya….

Ketika komunikasi sudah tak terjaga, tentunya masing masing akhirnya akan mencari kesibukan atau berusaha mengabaikan sebuah “kehilangan” itu.

Mungkin dengan harapan : ah, nanti juga balik lagi sendiri.

(Atau…… memang dasarnya sudah tak peduli? I don’t know. Go ask him..or her…)

Perlahan-lahan sebuah kebersamaan menjadi tak penting lagi. Perhatian-perhatian kecil semakin tak pernah diterima lagi.

Dia atau kamu mulai sibuk sendiri.

Dia atau kamu sudah tak pernah memberikan atau membelikan pasangan sesuatu lagi.

Dia biarkan engkau membayar makanmu sendiri. <—- khusus kalo “dia” itu laki-laki.

Dia tak pikirkan kado ulangtahunmu lagi.

Wah…itu sih sudah gawat!

2 thoughts on “Pudar….

  1. Ini sudah semacam ritme.. karena yg paling susah adalah nyari solusinya, udh tau komunikasi yang buruk itu kaya nyimpen bom waktu. Tapi ga ngerti mesti ngelakuin apa buat memperbaikinya…. #mikir anw, tulisan-tulisan nya bagus banget.

    Like

    1. Begitulah..Pernikahan selama hampir belasan tahun bisa saja ambrol karena komunikasi buruk. Secara teori, mungkin seseorang itu tahu what to do. Secara praktek, belum tentu pasangannya tahu dan mau melakukan apa yang harusnya dilakukan. Ya ngga?

      Makasiiih yaaa, atas pujiannya 🥰

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s