Kepada Engkau, Si Perempuan Simpanan

Ada janji-janji yang mulai dengan mudah tidak ia tepati

Kapankah terakhir kali ia memberikan hadiah kejutan yang kau sukai?

2 tahun sudah ia tak lagi anggap penting untuk melepas penat dengan tetirah

Tak ada dana, katanya

Bohong

Jika tak ada dana, mengapa masih bisa belanja?

Bingung perizinan, katanya

Bohong juga

Padahal ia tahu, betapa sukanya engkau akan tamasya

Tahu tidak?

Jika ia mau, ia bisa buat apa yang engkau minta

Ia akan temukan caranya

Masalahnya, ia tidak mau

Itu saja

Mau bukti?

Lihat!

Ia mulai hidup di sebuah rumah baru

Di rumah baru yang tak mungkin ia bangun sendiri tanpa teman berdiskusi

….dan itu bukan dirimulah yang pasti

Tidakkah kau sadari,

Hidupnya baik baik saja dengannya?

Katanya, ia amat mencintaimu

Berulang-ulang kau ceritakan, bahwa ia mengatakan lebih mencintaimu dari dirimu kepadanya

Aku rasa…

Lagi-lagi dia bohong

Karena mungkin ia tahu, kata-kata itu semacam mantra yang membuat hatimu terkunci

Dan dengan bodohnya, kau berkali-kali terperangkap dengan untaian kata-kata basi itu

Tahukah engkau,

Jika seseorang itu bisa saja berbohong untuk mendapatkan hal yang ia mau?

Sesungguhnya ia makhluk yang berlaku teramat tak adil untukmu

Mungkin tanpa sengaja, atau mungkin memang ia biarkan demikian adanya

Coba kau lihat lagi,

Segala sesuatu kini berjalan demi keuntungannya sendiri

Ia kini dapat semua yang ia butuhkan

Coba kau lihat lagi,

Sesungguhnya, justru engkau yang paling merugi

Lalu, sayangku….

Tunggu apa lagi untuk segera pergi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s