Tapi Kini…

” Mungkin mesti seperti itu, jalannya…” katamu.

” Seperti apa,” tanyaku, bingung.

” Harus bertemu orang lain dulu, baru akhirnya menyadari bahwa ia memang salah, selama ini,” jawabmu.

Aku terdiam.

” Tapi…”

Aku menarik nafas sejenak. Mencoba memilah kata.

” Tapi kini, aku menyadari kebodohan dan hilangnya hargaku selama ini. Akhirnya kukenal juga rasa bagaimana dicintai, dijaga, dirawat sepenuh hati dengan cara yang aku damba selama ini….” lanjutku pelan.

Kau pun terdiam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s