Tentang Ancaman dan Tuduhan.

TENTANG PUTUS

” Sudah, kalau begitu kita putus saja!”

Sekali. Aku diam.

” Arrrggh, ngga usah diterusin lagi. Putus!”

Dua kali. Aku masih diam.

” Bener… kali ini sudah ngga bisa diterusin lagi. Kita putus!

Tiga kali. Aku mulai gerah.

” KITA PUTUS!!!”

Empat kali. Dan saat kau kembali, berharap aku kembali menganulir kata “putus” itu lagi, I would not say a word.

Instead….

I’d f*ck you hard. Hard enough to make you think you are forgiven and what you’ve said is forgotten. After that, I would tell you this straight to your f*ckin’ face : “We’re DONE. And now, you may go.”

*

TENTANG MEDIA SOSIAL

Aku paling malas urusan dilet- mendilet. Apalagi blok-blok-an di sosial media. Malas. Menurutku itu suatu aksi yang kekanak-kanakan. Kayak uda yakin aja mau gak temenan atau berhubungan lagi dengan yang di-dilet, di-unfollow atau di-blok.

Semisal aku sedang tak bertegur sapa dengan si A ini meski ia masih terdaftar di deretan teman-teman di media sosial Instagram/Facebook. I don’t mind, seeing what his/her doing during the day, or everything she/he shares. I don’t mind.. or… lebih ke arah don’t really care, maybe?

Intinya aku ngga gampang memutus kontak dengan seseorang di media sosial.

Sampai….

Seseorang ini unggahannya bikin resah. Semisal berupa ujaran kebencian dan pornography or any disturbing pictures. DELETE!

Karena aku ngga gampang menghapus koneksi dengan orang lain di media sosial. Tapi begitu hal itu kulakukan, biasanya sudah tanpa ampun. Kuhapus sekalian dengan orangnya, bukan hanya akun media sosialnya saja.

Maka dari itu, jika di-delete apalagi di-blok oleh teman dekat atau orang terdekat, rasa sakitnya lebih minta ampuuuun.

Aku cuma mikir : ” Kok tega, ya…Kok bisa, ya? ”

Because I’d never do that to the person that I love.

Dan ketika mereka berkata : ” Ah hanya media sosial. Gampang, tinggal add aja lagi.”

Bagi mereka, memang mudah. No biggie. Tapi aku bukan mereka. Karena aku tak lakukan hal seperti mereka.

Jika mereka merasa tak perlu tahu tentang hidupku, why must I know about theirs too?

*

TENTANG SELINGKUH

” You cheat on me!”

” No, I don’t.”

” I know you cheat on me!”

” No, I don’t.

” You must be cheating on me!”

” No, I am not.”

” I know you’re cheating on me!”

I won’t answer you anymore. I won’t nod nor shake my head. I’ll leave you in silence, let you satisfied with your own truth. ‘Cos I know, on the next day I will make sure you will get what you’ve been accusing me : cheating on you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s