Be.

Pick a color, a style, a pattern.

Be different.

Be the first, if you can.

Advertisements

Skeptis.

Seorang teman yang baru menikah pernah berkata,” Aku percaya, jika kita dijauhkan dari seseorang, Tuhan pasti menyiapkan pengganti yang lebih baik.”

Aku berpikir, apa iya?

Pedas, Karetnya Dua.

Ada 2 hal mendasar yang biasanya aku lihat dari seorang laki laki. Yang pertama, dan terpenting : mulutnya. Kalo banyak ngoce, ngebacot apalagi pelacur (pelan pelan curhat), biasanya aku malas.

Bagiku, seorang laki laki itu tak perlu banyak bicara, namun ketika berbicara, ia mampu memegang dan mempertanggungjwabkan kata-katanya itu.

Lagian, bukannya tugas perempuan ya, untuk lebih bawel daripada laki-laki…?

Nomer dua, adalah dompetnya.

Matre? Duh hari gini, mau makan cinta aja, ya nggak lah.

Eeehtaaaapi….. adalah kadarnya sampai harus dibilang cewe matre. Aku mah enggak, aku mah realistis…

Jika sekedar diminta beliin atau nraktir makan saja ribet, segimana berharap bisa diharapkan menanggung hidup?

Jadi laki laki itu jangan pernah merasa dijadikan sapi perah oleh perempuan, lebih baik mengaku saja bahwa ” Iya, aku laki laki pelit dan perhitungan”. Selesai. Perempuan yang dinikahipun ngga merasa kecele.

Gila aja, jika masih membuat perempuan harus usaha sendiri memenuhi kebutuhannya. Karena, jika kami perempuan bisa memenuhi kebutuhan kami sendiri, kelak kami pun hanya butuh kalian sebagai donor sperma dan teman tidur saja.

Love, Romance or Lust?

Love is real. As long it’s within family.

Romance is not real. It’s often sugar coated, and get easily corrupted by expectations.

But lust… Lust is real. It tells you who you really are. This is the moment when you let yourself to leash the devil inside of you, freely..willingly.