Pedas, Karetnya Dua.

Ada 2 hal mendasar yang biasanya aku lihat dari seorang laki laki. Yang pertama, dan terpenting : mulutnya. Kalo banyak ngoce, ngebacot apalagi pelacur (pelan pelan curhat), biasanya aku malas.

Bagiku, seorang laki laki itu tak perlu banyak bicara, namun ketika berbicara, ia mampu memegang dan mempertanggungjwabkan kata-katanya itu.

Lagian, bukannya tugas perempuan ya, untuk lebih bawel daripada laki-laki…?

Nomer dua, adalah dompetnya.

Matre? Duh hari gini, mau makan cinta aja, ya nggak lah.

Eeehtaaaapi….. adalah kadarnya sampai harus dibilang cewe matre. Aku mah enggak, aku mah realistis…

Jika sekedar diminta beliin atau nraktir makan saja ribet, segimana berharap bisa diharapkan menanggung hidup?

Jadi laki laki itu jangan pernah merasa dijadikan sapi perah oleh perempuan, lebih baik mengaku saja bahwa ” Iya, aku laki laki pelit dan perhitungan”. Selesai. Perempuan yang dinikahipun ngga merasa kecele.

Gila aja, jika masih membuat perempuan harus usaha sendiri memenuhi kebutuhannya. Karena, jika kami perempuan bisa memenuhi kebutuhan kami sendiri, kelak kami pun hanya butuh kalian sebagai donor sperma dan teman tidur saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s