Tercabik.

Ketika akal sehat berkata “tidak” namun hati berkata “ya”. Sementara, engkau adalah seseorang yang sangat percaya kata hati dan intuisi.

Lalu kau ikuti kata hati.

Namun karena tak sejalan dengan akal sehat, ketika menemui suatu jalan buntu kau seperti tercabik.

Hati : ” Waduh! Kenapa begini?”

Akal sehat : ” Kubilang juga apa?!”

Hati : ” Mengapa menyakitkan seperti ini?”

Akal sehat : ” Sudah berkali-kali kukatakan: ‘kubilang juga apa’…”

Hati : ” Tolonglah…aku patah, berdarah..”

Akal sehat : ” Kubilang juga apa? Hah?!”

Dan dalam kebingungan engkau merasa tercabik. Karena apa yang menjadi bagian penting dalam dirimu saling berperang, bertentangan dan membuatmu seperti terperangkap dalam sebuah pusaran awan gelap tanpa kau ketahui bagaimana jalan keluarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s