Laki-laki dan Media Sosial.

“ Kenapa ya, ni orang nge-like postingan kamu terus?”

Faktanya : malah si Mas yang lebih sering nge-like postingan cewek-cewek. Katanya,” Ah gitu doang..Orang kenal, ga ada apa apa.. Cuma teman.”

“ Asal kamu tahu ya, aku ngga demen sama si Ini. Komen mulu di medsos kamu, eh malah kamu jawabin!”

[ Lah masa orang komen didiemin? ]

Faktanya : Coba deh sesekali minta lihat isi chat di hape si Abang. Mau chat pribadi ataupun grup yang isinya random cowok dan cewek (apalagi kalau ada sosok cewek yang lumayan jadi pusat perhatian). Trus katanya,” Ah itu kan cuma bercanda…”

“ Kenapa sih kamu ngotot banget main sama orang itu? Aku sih yakin kamu ngga ada apa apa sama dia. Tapi ga bisa cari temen yang lain apa?”

Faktanya : Si Aa’ ngerasa sah-sah aja meladeni cewek lain yang jelas jelas sudah ngode-in melalui chat atau direct message. Eh gak jarang, si Aa’ yang iseng komentar duluan di postingan Instastory embaknya. Katanya,” Aku ngga suka sama dia, pegang kata-kata aku. Aku ngga suka cewek kayak dia karena..bla…bla..bla…”

[ ..dan kemudian mereka tak terpisahkan kemana pun bersamaaa…maaa…maaaaa… *yearight*]

“ Aku ini laki-laki. Aku tahu modus itu gimana. Dia itu pasti naksir sama kamu. Hapus! Blok dia!”

Faktanya : bagi beberapa laki-laki, komentar berupa ajakan ngopi atau hang out yang ia lontarkan di media sosial dengan teman wanita cuma sekedar asal nyeplos. “Kan ngga aku lakuin?” Gitu katanya… Enteng.

Di era dijital ini, sesungguhnya hanya Tuhan dan bajaj yang tahu, apa gimana isi percakapan di aplikasi chat, direct message dan komentar komentar seorang pria di media sosialnya. Ataupun apa niat seorang pria dalam berinteraksi dengan lawan jenisnya melalui media sosial.

Gak masalah, jika alasannya iseng dan sekedar bercanda. Asal bisa dengan bijak pula dooooong, menanggapi isi media sosial pasangannya.

Jika emang ngga ada niatan aneh-aneh, mestinya seseorang itu, ngga laki-laki atau perempuan, ya cuek aja jika telepon genggamnya dilihat, atau dioprek chat maupun media sosialnya. Eh tapi tetap dengan izin ya.. walau bagaimanapun hape itu memang sesuatu yang personal.

Jadi jika si Do’i adalah tipikal laki-laki yang santai saja jika kamu memegang dan membuka hapenya tanpa kamu minta, KEEP HIM!

Oh keep him tight!

https://pin.it/XnYZmmn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s