Lemes.

Jadi orang itu, yang pasti pasti aja. Kalau berkata A ya lakukan A. Kalau ngga yakin yakin amat, ya lebih baik gak usah banyak komen atau diam aja deh.

Sesungguhnya orang yang paling menyebalkan di mataku adalah ketika ia berkata A, namun tindak tanduknya malah B.

“ Lo tau ngga, kalo si Itu sekarang disebelin? Soalnya dia itu kan orangnya gitu sih.. Jadi deh dia ngga ada temennya…”

“ Geli gue ama si Itu! Geliii! “

“ Gua kan tau kwalitas si Itu. Kan gue da lama main ama dia. Orangnya gini gitu..”

“ Eh lu tau ngga, pas lu kemaren ke sono, si Itu kan begini begini ama cowok/cewek lain…” begitu kira kira contoh lemes-an lambe seseorang terhadap seseorang yang dikatakan pada orang lain, termasuk aku yang kebetulan juga sejenis orang.

Masalahnya, seseorang ini begitu seringnya ngomongin seseorang itu, tapi kalau ketemu langsung atau di sosial media, bisa deh pura pura tak terjadi apa apa.

I really don’t get this type of person. Mau perempuan, apalagi laki-laki, kok bisa ya begitu? Di belakang berkata tidak baik tentang seseorang tapi begitu bertemu, wah… sontak berperilaku bak besprennnnd!

Kalo aku, sih.. suka berteman dengan seseorang, ya suka aja. Kalo ngga suka suka amat, ya jaga jarak. Sekedar ngasih likes atau komentar di sosial medianya pun aku memberi jarak.

Tetapi, kalau aku sudah berkata buruk tentang seseorang, ya sikapku tentu akan sesuai dengan omonganku. Semua terlihat deh, dari sikapku.

Heran makanya akutu dengan tipe orang seperti itu. Tak punya sikap, HIH!

https://pin.it/2TJ9nSx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s