Melihat Manusia, Namun Bukan Kemanusiaan

Unggahan di salah satu media sosial mengatakan : WHO tidak menjamin bahwa virus Corona akan benar benar hilang dari muka bumi. Satu-satunya harapan adalah dengan diketemukannya vaksin, yang nanti semestinya mudah diakses segala pihak. Eh satu lagi, ada obatnya juga, buat mereka yang kadung sakit.

Seketika aku teringat film tentang kiamat berjudul : 2012. Dalam film tersebut, digambarkan upaya menyelamatkan umat manusia dari kehancuran dunia dengan menggunakan bahtera besar, seperti apa yang dilakukan Nabi Nuh.

Umat manusia yang segitu banyak, tentu berbanding jauh dengan jumlah bahtera yang sekian biji. Mudah ditebak, yang dapat kesempatan untuk berada di dalamnya adalah orang orang VIP dan tentu, yang kooooayaaa roooayaaa banget.

Kembali ke masalah vaksin, mungkin saja mirip seperti yang digambarkan oleh film tadi. Begitu vaksin diketemukan, keistimewaan untuk dienjusss vaksin ini mulanya akan diberikan kepada orang-orang penting, dan si koooayaaa roayaaa yang gak masalah kalau harus membeli mahal sekaligus memborong vaksin-vaksin tersebut untuk istri, anak, aa’, teteh, om, tante, kolega bisnis, pacar gelap dan entah siapa saja yang dianggap penting.

Sama seperti rush buying masker saat pertama kali Indonesia konfirm terkena kasus Covid-19.

Satu keluarga bisa menumpuk berkotak-kotak masker sekali pakai.

Oooo, ternyata ada masker yang lebih canggih, impor yang tentunya lebih mahal? Ngga masalah! Punya berapa kotak? Borong semua!

Akhirnya, tenaga medis sempat kekurangan masker.

Akhirnya si keroco, orang kebanyakan serta rakyat jelata sempat hanya mampu membeli 1 pak masker isi 3 lembar. Itupun ada yang mencuci ulang, soalnya susah banget di pasaran.

[ Syukurlah saat tulisan ini diketik uda ngga gitu lagi ]

Kayak toko onlen, jika sampai ada open PO pemesanan order vaksin Covid-19, yakin bener dah…pesanan membludag sampai server hang.

Lah, pemesanan karcis nonton band U2 nyinden di Singapura kemarin aja begitu dibuka ludes dalam hitungan beberapa jam dan sampai websitenya hang kok. Padahal, ngga semua umat manusia demen U2.

Di deretan list open PO vaksin Covid-19, aku bayangkan posisi teratasnya para VVIP, VIP seperti pejabat, konglomerat, atau artis terkenal yang punya koneksi ke pejabat..

Aduh.. gak usah level negara deh.. tempo hari aku lihat sendiri pejabat daerah aja bisa gampang dapat rapid test kit sekian biji, bukan cuma buat keluarganya yang berjumlah 3 orang. Tapi sekalian 5 lagi buat keluarga cem-cemannya. Biasanya yang gini gini mah kaga bayar. Secara ghoib tau tau sudah dapet jatah.

Di deretan list berikutnya, ada pengusaha pengusaha kaya, karyawan sukses, pewaris tahta bisnis, para keturunan keluarga kaya 7 turunan..ah simpelnya mereka-mereka yang punya duit boooanyak banget dah.

” Pesan 150 vaksin! Saya langsung bayar! 4 buat saya, istri/suami, 4 buat ayah bunda dan kedua mertua, 8 buat supir-kang kebon-pembantu saya, 3 buat guru les anak anak saya, 30 buat kolega bisnis teratas saya…(terus panjang listnya)…sisanya buat jaga jaga. Inget ya, saya langsung bayar!!!”

Ngga menutup kemungkinan, ada modelan orang yang kayak saya gambarkan di atas. Lah, kayak di film 2012 tadi, tokoh konglomerat Rusia di situ bisa membawa serta mobil-mobil mewahnya kok, dalam bahtera penyelamatan. Padahal, jatah untuk 1 mobil itu bisa diisi oleh berapa banyak manusia?

Begitulah… terkadang manusia hari gini itu suka lupa untuk merasa cukup. Kalo bisa makan 7 donat kenapa mesti puas cuma dengan 3? Padahal, 3 itu sudah bikin begah.

Lah, yang 4 kan disimpan buat jaga-jaga kalau lapar? Begitu katanya.

Padahal di luar sana banyak yang di waktu yang sama, sudah dari kemarinnya kemarinnya merasakan lapar.

However….

Skenario open PO vaksin di atas semoga tak terjadi sampai gitu-gitu amat, deh. Jika benar nanti vaksin Covid-19 diketemukan dan diperlukan, pendistribusiannya niscaya akan diatur dengan adil dan merata.

Eh..

Tapi entah kenapa kok aku agak ragu sinis gimana gitu ya..>_<…

Karena, sama seperti pedagang penimbun masker, bisa jadi kelak ada juga calo vaksin…

Terserah, mungkin begitu di benak orang orang ini, yang penting aku aman..dan untung!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s